Elvina Taher Hello everyone! My name is Elvina. I always try to help people scale up their competencies about WordPress, SEO, and digital marketing through the simplest way. I'm really excited to be here and share my knowledge with you all.

Apa Itu Advertising? 10 Hal yang Harus Kamu Ketahui Tentang Iklan

6 min read

Gambar Artikel

Pendahuluan

Apa itu advertising? Kamu tentu sering melihat iklan di media sosial atau internet. Yup, itulah yang disebut sebagai advertising atau periklanan. Namun, apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan advertising? Secara sederhana, advertising adalah kegiatan promosi suatu produk atau jasa melalui media yang digunakan untuk menarik perhatian konsumen. Namun, sejarah periklanan tidaklah sependek itu. Sudah sejak lama, manusia telah menggunakan berbagai cara untuk mempromosikan produk mereka, seperti menggunakan papan reklame di pinggir jalan atau mengirim brosur ke rumah-rumah penduduk.

Kini, advertising telah menjadi bagian yang penting dalam dunia bisnis. Tanpa advertising, mungkin banyak produk yang tidak dikenal oleh konsumen. Ada banyak jenis iklan yang digunakan, baik offline maupun online. Kampanye iklan pun disusun dengan strategi pemasaran yang matang, agar bisa mencapai target audiens dengan efektivitas yang tinggi. Namun, tentunya ada keuntungan dan kerugian dalam menggunakan advertising. Mari kita bahas lebih lanjut dalam pembahasan selanjutnya!

Jenis-Jenis Advertising

Advertising Offline

Advertising offline adalah jenis iklan yang ditemukan di dunia nyata, di luar internet. Contohnya, kamu bisa menemukan iklan di koran, majalah, radio, televisi, billboard, dan surat langsung.

Iklan koran dan majalah biasanya mencakup tawaran penjualan atau promosi dari sebuah bisnis, sedangkan iklan radio dan televisi sering menggunakan efek suara dan gambar yang menarik perhatian kamu. Billboard juga merupakan bentuk iklan offline yang menonjolkan gambar atau kata-kata pendek yang mudah diingat.

Baca juga:   Apa itu Tags? 7 Fakta Menarik tentang Fungsinya yang Harus Kamu Ketahui

Direct Mail Advertising

Direct mail advertising online adalah jenis iklan yang masuk ke kotak surat elektronik kamu. Contohnya, kamu mungkin telah menerima email promosi dari sebuah toko online yang memberikan diskon khusus atau penawaran produk baru.

Iklan melalui email seringkali mencantumkan tautan yang dapat di-klik langsung ke halaman web yang menawarkan produk atau layanan. Namun, perlu diingat bahwa jika kamu menerima terlalu banyak email promosi, mereka dapat terasa mengganggu dan akhirnya kamu malah berhenti membacanya sama sekali.

Advertising Online

Advertising online adalah jenis iklan yang ditemukan di internet. Contohnya, kamu bisa menemukan iklan melalui mesin pencari, media sosial, dan situs web.

Iklan melalui mesin pencari biasanya muncul di bagian atas atau bawah hasil pencarian kamu, sedangkan iklan media sosial bisa muncul di beranda kamu atau di antara kiriman teman-temanmu. Iklan display adalah jenis iklan online yang menampilkan gambar atau video yang menarik perhatian pengguna internet.

Dengan memahami jenis-jenis iklan yang berbeda ini, kamu dapat memilih strategi pemasaran yang tepat untuk bisnismu dan menjangkau target audiensmu dengan lebih efektif.

Tujuan Advertising

Tujuan advertising adalah untuk mencapai beberapa tujuan bisnis seperti meningkatkan penjualan, meningkatkan brand awareness, dan meningkatkan customer engagement.

Meningkatkan Penjualan

Salah satu tujuan utama advertising adalah untuk meningkatkan penjualan produk atau jasa suatu perusahaan. Ketika perusahaan mengiklankan produknya, konsumen dapat mengetahui produk tersebut dan kemudian membelinya. Sebagai contoh, ketika kamu melihat iklan makanan di televisi, kamu mungkin menjadi lapar dan kemudian memutuskan untuk membeli makanan tersebut.

Meningkatkan Brand Awareness

Brand awareness atau kesadaran merek adalah tujuan advertising untuk membuat konsumen lebih mengenal merek tersebut. Ketika perusahaan mengiklankan mereknya, konsumen menjadi lebih akrab dan terbiasa dengan merek tersebut. Sebagai contoh, ketika kamu melihat logo merek sepatu yang terkenal seperti Nike atau Adidas, kamu mungkin langsung mengenali merek tersebut.

Baca juga:   5 Strategi Media Sosial Marketing yang Ampuh untuk Meningkatkan Brand Awareness Anda

Meningkatkan Customer Engagement

Tujuan advertising yang lain adalah untuk meningkatkan interaksi antara perusahaan dan konsumen. Dengan beriklan secara online di media sosial atau email, perusahaan dapat berkomunikasi dengan konsumen secara langsung dan memperoleh umpan balik mengenai produk atau jasa mereka. Sebagai contoh, ketika kamu mengikuti akun merek di media sosial dan mereka mengadakan kuis atau promosi, kamu dapat berpartisipasi dan memenangkan hadiah.

Dalam advertising, tujuan dapat bervariasi tergantung pada strategi bisnis perusahaan. Namun, dengan memahami tujuan utama advertising seperti meningkatkan penjualan, meningkatkan brand awareness, dan meningkatkan customer engagement, perusahaan dapat memilih strategi advertising yang tepat untuk mencapai tujuan bisnis mereka.

Strategi Advertising

Strategi advertising merupakan rencana yang disusun untuk mempromosikan suatu produk atau layanan kepada konsumen potensial dengan tujuan meningkatkan penjualan, brand awareness, dan customer engagement. Ada beberapa strategi advertising yang bisa dilakukan, antara lain:

  1. Identifikasi Target Audience
    Hal pertama yang harus dilakukan dalam membuat strategi advertising adalah mengidentifikasi siapa target audience yang akan menjadi sasaran promosi. Target audience adalah kelompok konsumen yang paling potensial untuk membeli produk atau layanan yang ditawarkan. Misalnya, jika produk yang ditawarkan adalah makanan organik, maka target audience yang potensial adalah orang-orang yang peduli dengan kesehatan dan kebersihan.
  2. Penentuan Media Advertising
    Setelah mengetahui siapa target audience, langkah berikutnya adalah menentukan media advertising yang tepat untuk menjangkau mereka. Media advertising yang berbeda memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing tergantung pada karakteristik target audience. Misalnya, jika target audience adalah orang-orang yang lebih suka membaca majalah daripada menonton televisi, maka media advertising yang tepat adalah iklan di majalah.
  3. Penentuan Budget Advertising
    Setelah menentukan media advertising, langkah selanjutnya adalah menentukan budget advertising. Budget advertising tergantung pada seberapa besar dana yang tersedia dan berapa besar target penjualan yang ingin dicapai. Ada beberapa metode untuk menentukan budget advertising, seperti metode persentase dari penjualan, metode persentase dari keuntungan, atau metode perhitungan biaya-benefit.
  4. Penentuan Waktu Advertising
    Terakhir, langkah dalam strategi advertising adalah menentukan waktu advertising. Waktu advertising yang tepat akan memaksimalkan efektivitas kampanye advertising. Misalnya, jika produk yang ditawarkan adalah baju musim panas, maka waktu advertising yang tepat adalah di musim panas.
Baca juga:   Apa Itu Content Marketing? 5+ Fakta Menarik yang Harus Kamu Tahu!

Dengan merencanakan strategi advertising yang tepat, maka peluang untuk mencapai tujuan advertising seperti meningkatkan penjualan, brand awareness, dan customer engagement akan semakin besar.

Metrik Advertising

Ketika kamu melakukan iklan online, ada beberapa metrik penting yang perlu kamu ketahui untuk mengukur keberhasilan iklanmu. Berikut ini adalah beberapa metrik advertising yang paling umum:

Impressions

Impressions mengacu pada jumlah kali iklanmu muncul di layar orang. Meskipun ini tidak menunjukkan berapa banyak orang yang benar-benar melihat iklanmu, namun impressions masih penting karena semakin banyak iklanmu muncul, semakin banyak kesempatan kamu untuk menjangkau calon pelanggan.

Contoh gambar iklan yang muncul di aplikasi ponsel. Setiap kali gambar ini muncul di layar orang, ini dihitung sebagai 1 impression.

Clicks

Clicks mengacu pada jumlah kali orang mengklik iklanmu. Semakin banyak orang yang mengklik iklanmu, semakin banyak orang yang tertarik dengan produk atau layananmu.

Contoh gambar tampilan iklan yang menampilkan tombol ‘Kunjungi Sekarang’. Setiap kali seseorang mengklik tombol ini, ini dihitung sebagai 1 click.

Cost Per Click (CPC)

CPC adalah biaya yang harus kamu bayar setiap kali seseorang mengklik iklanmu. Jika kamu mengiklankan produkmu dengan CPC, maka kamu hanya akan membayar ketika seseorang benar-benar mengklik iklanmu. Semakin rendah CPC, semakin efisien iklanmu.

Contoh gambar laporan iklan yang menunjukkan biaya per klik. Dalam contoh ini, biaya per klik adalah Rp 1.500.

Click Through Rate (CTR)

CTR mengacu pada persentase orang yang melihat iklanmu dan kemudian mengkliknya. CTR merupakan ukuran seberapa menarik iklanmu bagi orang-orang yang melihatnya. Semakin tinggi CTR, semakin efektif iklanmu dalam menarik minat calon pelanggan.

Conversion Rate

Conversion rate mengacu pada persentase orang yang melihat iklanmu dan kemudian melakukan tindakan tertentu, seperti membeli produkmu, mendaftar newsletter, atau menghubungi kamu. Conversion rate adalah ukuran terpenting untuk menentukan apakah iklanmu sukses dalam menghasilkan pendapatan atau tidak.

Baca juga:   Cara Menggunakan Canva: Tutorial Membuat Design Menarik dan Gratis!

Tren Advertising

Advertising selalu mengikuti tren baru untuk menarik minat konsumen. Saat ini, ada beberapa tren dalam dunia advertising yang terus berkembang, yaitu personalisasi iklan, pemanfaatan influencer, augmented reality (AR), dan artificial intelligence (AI).

  • Personalisasi iklan mengacu pada kemampuan untuk menyesuaikan iklan dengan minat dan perilaku individu. Misalnya, jika seseorang suka berbelanja online untuk pakaian, iklan mereka akan berfokus pada produk pakaian. Dengan cara ini, iklan menjadi lebih relevan dan lebih mungkin untuk menarik perhatian.
  • Pemanfaatan influencer semakin populer dalam advertising karena pengaruh besar yang dimilikinya terhadap pengikutnya. Misalnya, jika seorang influencer mempromosikan produk, pengikutnya lebih mungkin membeli produk tersebut karena percaya pada opini influencer tersebut. Hal ini menjadi lebih efektif daripada iklan konvensional karena ada hubungan personal antara influencer dan pengikutnya.
  • Augmented reality (AR) memungkinkan pengguna untuk mengalami produk secara virtual dan menambahkan dimensi baru ke dalam pengalaman mereka. Misalnya, aplikasi AR dapat memungkinkan seseorang untuk mencoba make-up secara virtual sebelum membelinya, atau mencoba produk pakaian di toko virtual. Dengan cara ini, pengalaman pembelian menjadi lebih menarik dan pengguna dapat merasa lebih yakin dengan keputusan pembelian mereka.
  • Artificial Intelligence (AI) membantu dalam memahami perilaku konsumen dan menyesuaikan iklan dengan minat individu. AI juga dapat membantu dalam meningkatkan efisiensi kampanye iklan dengan mengumpulkan data dan menganalisisnya secara otomatis. Misalnya, iklan dapat diarahkan ke konsumen yang memiliki kemungkinan lebih besar untuk membeli produk tertentu berdasarkan perilaku online mereka.

Dalam dunia advertising, terus berkembang dan berubah adalah hal yang penting untuk tetap relevan. Oleh karena itu, strategi yang paling efektif adalah untuk terus memantau tren dan menggunakan teknologi terbaru untuk memaksimalkan pengalaman konsumen dan meningkatkan efisiensi kampanye iklan.

Baca juga:   Pentingnya Memilih Foto untuk Desain Website

Keuntungan dan Kerugian Advertising

Keuntungan dan kerugian dalam advertising menjadi hal yang penting untuk dipahami bagi pelaku bisnis atau marketer. Ada banyak keuntungan yang bisa didapat, namun juga ada beberapa kerugian yang perlu diwaspadai. Berikut penjelasan lebih detailnya:

Keuntungan Advertising

Ada beberapa keuntungan dalam menggunakan advertising untuk mempromosikan produk atau jasa:

  • Meningkatkan Penjualan – dengan melakukan advertising, penjualan produk atau jasa bisa meningkat karena mampu menjangkau lebih banyak orang dan menarik minat konsumen.
  • Meningkatkan Brand Awareness – advertising dapat membantu memperkenalkan merek kepada masyarakat luas sehingga meningkatkan kesadaran konsumen terhadap merek tersebut.
  • Meningkatkan Customer Engagement – dengan melakukan advertising, bisa memperkuat hubungan antara merek dan konsumen karena bisa memberikan informasi yang berharga dan menarik perhatian konsumen.

Kerugian Advertising

Namun, ada beberapa kerugian dalam menggunakan advertising:

  • Mahal – biaya advertising dapat sangat mahal tergantung pada jenis dan sasaran kampanye iklan.
  • Adanya Resiko Ketidakmampuan Menjangkau Target Audience – terkadang, meskipun telah dilakukan riset, ada kemungkinan kampanye iklan tidak dapat menjangkau target audience yang diinginkan sehingga anggaran yang telah dikeluarkan menjadi sia-sia.
  • Berpotensi Memunculkan Kontroversi dan Tuntutan Hukum – terdapat risiko bahwa kampanye iklan bisa memunculkan kontroversi atau bahkan tuntutan hukum jika terdapat klaim yang tidak dapat dipertanggungjawabkan atau hal yang menyesatkan.

Sebelum kamu memutuskan untuk menggunakan iklan, kamu perlu mempertimbangkan baik-baik keuntungan dan kerugian yang mungkin terjadi. Jangan lupa untuk memikirkan biaya yang harus dikeluarkan serta kemampuan iklan dalam menjangkau target audience yang diinginkan.

Kesimpulan

Setelah membahas mengenai tren advertising terkini dan keuntungan serta kerugiannya, kita dapat menyimpulkan bahwa advertising dapat memberikan banyak manfaat bagi perusahaan, seperti meningkatkan penjualan, brand awareness, dan customer engagement. Namun, ada juga beberapa kerugian yang perlu diperhatikan, seperti biaya yang mahal, risiko ketidakmampuan menjangkau target audience, dan potensi munculnya kontroversi serta tuntutan hukum.

Baca juga:   Apa Itu Coding? Panduan Lengkap untuk Pemula dalam Pemrograman

Untuk mengatasi kerugian-kerugian tersebut, perusahaan dapat melakukan riset terlebih dahulu sebelum membuat kampanye advertising, sehingga dapat lebih tepat sasaran dan efektif dalam menjangkau target audience. Selain itu, perusahaan juga dapat memanfaatkan tren advertising terkini, seperti personalisasi iklan, pemanfaatan influencer, augmented reality, dan artificial intelligence untuk meningkatkan efektivitas kampanye advertising mereka.

Namun, penting untuk diingat bahwa advertising bukanlah satu-satunya cara untuk mempromosikan produk atau jasa perusahaan. Ada juga metode lain seperti content marketing, social media marketing, dan public relations yang dapat memberikan manfaat yang sama pentingnya dengan advertising.

Dalam memilih metode promosi yang tepat, perusahaan perlu mempertimbangkan tujuan, target audience, anggaran, dan nilai yang ingin disampaikan. Dengan melakukan hal tersebut, perusahaan dapat meningkatkan efektivitas promosi mereka dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang ada.

Penulis Hugaf Blog
Elvina Taher Hello everyone! My name is Elvina. I always try to help people scale up their competencies about WordPress, SEO, and digital marketing through the simplest way. I'm really excited to be here and share my knowledge with you all.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *