Elvina Taher Hello everyone! My name is Elvina. I always try to help people scale up their competencies about WordPress, SEO, and digital marketing through the simplest way. I'm really excited to be here and share my knowledge with you all.

Analisis SWOT: Rahasia Sukses Bisnis Dalam 7 Langkah

7 min read

Gambar Artikel

Pengenalan

Buat kamu yang baru memulai atau sedang mengembangkan bisnis, tentu pernah mendengar isitilah analisis SWOT. Secara sederhana analisis SWOT bisa diartikan sebagai suatu teknik yang digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dari suatu bisnis. Dalam melakukan analisis SWOT, kamu perlu mengevaluasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi bisnismu untuk bisa menemukan strategi bisnis yang tepat.

Analisis SWOT dalam bisnis menjadi penting sebab teknik ini bisa membantumu memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai bisnismu, baik dari sisi kekuatan dan kelemahan internal, maupun dari peluang dan ancaman eksternal. Dengan gambaran yang lebih jelas, tentu kamu dapat menentukan strategi bisnis yang tepat dan mengoptimalkan potensi bisnis untuk mencapai kesuksesan.

Selain analisis SWOT, ada beberapa teknik analisis lainyang dapat digunakan untuk mengidentifikasi risiko dan peluang dalam bisnis. Namun, analisis SWOT tetap menjadi salah satu teknik paling populer dan efektif.  Lalu bagaimana melakukan analisis SWOT ini dan bagaimana mengembangkan strategi bisnis yang tepat berdasarkan hasil analisis SWOT yang di dapat? Simak lebih lengkap di artikel ini ya!

Baca juga:   Google E-E-A-T: Mengenal Apa itu E-E-A-T dan Pentingnya E-E-A-T dalam SEO

Langkah 1: Menetapkan Tujuan Bisnis

Sebelum memulai bisnis, kamu harus menentukan tujuan bisnis terlebih dahulu. Tujuan bisnis ini akan menjadi panduanmu dalam membuat keputusan-keputusan penting dalam menjalankan bisnis. Ada tiga hal yang harus kamu tentukan dalam langkah ini, yaitu visi dan misi bisnis, target pasar, serta tujuan bisnis jangka pendek dan jangka panjang.

Visi dan misi bisnis adalah gambaran jangka panjang tentang apa yang ingin kamu capai dengan bisnismu. Visi dan misi yang jelas dapat membantumu memfokuskan energi, sumber daya, dan waktu pada hal-hal yang penting bagi bisnis. Sebagai contoh, visi dan misi Google adalah “menyediakan akses informasi dunia dalam hitungan detik” dan visi dan misi Nike adalah “membawa inspirasi dan inovasi kepada setiap atlet di dunia”.

Setelah menetapkan visi dan misi bisnis, langkah selanjutnya adalah menentukan target pasar. Kamu harus mengetahui siapa yang menjadi target pasar bisnismu dan apa yang menjadi kebutuhan serta keinginan mereka. Dengan mengetahui target pasar, kamu dapat menyesuaikan produk atau layanan yang kamu tawarkan agar lebih relevan dan menarik bagi konsumen.

Terakhir, kamu harus menetapkan tujuan bisnis jangka pendek dan jangka panjang. Tujuan jangka pendek biasanya berkaitan dengan target penjualan, keuntungan, dan pertumbuhan bisnis dalam satu tahun. Sedangkan tujuan jangka panjang lebih berkaitan dengan visi dan misi bisnis yang ingin dicapai dalam lima atau sepuluh tahun ke depan. Dengan menetapkan tujuan bisnis yang jelas, kamu dapat lebih fokus dalam merencanakan strategi bisnis dan mengukur kesuksesan bisnismu di masa depan.

Contoh tujuan bisnis jangka pendek: Meningkatkan penjualan produk sebesar 20% dalam 6 bulan pertama

Langkah 2: Mengumpulkan Informasi

Setelah menentukan visi, misi, target pasar, dan tujuan bisnis, maka langkah selanjutnya adalah mengumpulkan informasi yang diperlukan untuk mengembangkan strategi bisnis yang tepat. Dalam langkah ini, kamu perlu mengumpulkan informasi tentang kondisi internal dan eksternal bisnis, serta melakukan analisis tren pasar dan perusahaan sejenis.

Baca juga:   Mengenal Customer Experience dan Pentingnya Bagi Sebuah Bisnis

Mengumpulkan informasi tentang internal bisnis (kekuatan dan kelemahan)

Kamu bisa mulai menerapkan analisis SWOT di tahap ini untuk mengumpulkan informasi tentang internal bisnis. Sebagai contoh kekuatan bisnismu bisa berupa keahlian karyawan, teknologi yang digunakan, merek yang sudah dikenal, atau sumber daya finansial yang cukup. Sedangkan contoh kelemahan bisnismu bisa berupa kurangnya pengalaman, infrastruktur yang belum memadai, atau keterbatasan finansial.

Mengumpulkan informasi tentang eksternal bisnis (peluang dan ancaman)

Selain mengumpulkan informasi tentang internal bisnis, kamu juga perlu mengumpulkan informasi tentang eksternal bisnis. Dalam konsep analisis SWOT, hal ini mencakup peluang dan ancaman yang mungkin mempengaruhi bisnis kamu di masa depan.

Mislanya peluang bisnis kamu bisa berupa adanya pasar yang luas, perubahan tren konsumen, atau dukungan kebijakan pemerintah. Sedangkan contoh ancaman bisnis bisa berupa persaingan yang ketat, perubahan regulasi, atau gejolak ekonomi.

Analisis tren pasar dan perusahaan sejenis

Terakhir, kamu perlu melakukan analisis tren pasar dan perusahaan sejenis untuk memahami bagaimana kondisi pasar dan pesaing bisnis kamu. Dalam melakukan analisis tren pasar misalnya, kamu bisa mempertimbangkan tren konsumen, teknologi, dan kebijakan pemerintah. Sedangkan dalam melakukan analisis perusahaan sejenis, kamu bisa mempelajari strategi bisnis, kekuatan dan kelemahan, serta keunggulan kompetitif dari pesaing bisnis kamu.

Langkah 3: Menyusun Analisis SWOT

Setelah mengumpulkan informasi tentang internal dan eksternal bisnis, langkah berikutnya adalah menyusun analisis SWOT. Analisis SWOT adalah sebuah metode yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu bisnis. Dalam menyusun analisis SWOT, dibutuhkan tabel yang berisi empat elemen tersebut.

Menyusun tabel analisis SWOT

Tabel analisis SWOT terdiri dari empat kuadran, yaitu kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats). Setiap elemen diletakkan pada kuadran yang sesuai.

Baca juga:   Cara Menggunakan Canva: Tutorial Membuat Design Menarik dan Gratis!

Menjelaskan setiap elemen dalam tabel analisis SWOT

1. Kekuatan (strengths): faktor-faktor positif internal yang dimiliki oleh bisnis dan dapat membantu dalam mencapai tujuan bisnis. Contoh kekuatan adalah produk yang berkualitas, brand yang kuat, tim yang solid, dan sistem manajemen yang efektif.

2. Kelemahan (weaknesses): faktor-faktor negatif internal yang dimiliki oleh bisnis dan dapat menghambat dalam mencapai tujuan bisnis. Contoh kelemahan adalah kurangnya modal, kurangnya pengalaman, kurangnya pemasaran, dan kurangnya pengembangan produk.

3. Peluang (opportunities): faktor-faktor positif eksternal yang dapat dimanfaatkan oleh bisnis untuk mencapai tujuan bisnis. Contoh peluang adalah meningkatnya permintaan pasar, perkembangan teknologi yang mendukung, adanya regulasi yang mendukung, dan perubahan gaya hidup konsumen.

4. Ancaman (threats): faktor-faktor negatif eksternal yang dapat menghambat pencapaian tujuan bisnis. Contoh ancaman adalah persaingan yang ketat, perubahan kebijakan pemerintah, fluktuasi harga bahan baku, dan perubahan gaya hidup konsumen.

Dengan menyusun analisis SWOT, kamu dapat memahami kekuatan dan kelemahan bisnis kamu, serta peluang dan ancaman yang ada di sekitar kamu. Hal ini dapat membantu kamu dalam merumuskan strategi bisnis yang tepat.

Langkah 4: Menilai Hasil Analisis SWOT

Setelah menyusun tabel analisis SWOT pada langkah sebelumnya, selanjutnya adalah menilai hasil dari analisis tersebut. Ada empat kombinasi antara kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman bisnis yang perlu dianalisis, yaitu:

  • Kombinasi antara kekuatan dan peluang bisnis: kamu bisa memanfaatkan kekuatan bisnismu untuk memanfaatkan peluang yang ada di pasar. Contohnya, jika kamu memiliki tenaga kerja yang ahli dalam teknologi informasi, kamu bisa memanfaatkan peluang pasar teknologi yang semakin berkembang.
  • Kombinasi antara kelemahan dan peluang bisnis: kamu perlu mengatasi kelemahan bisnismu agar bisa memanfaatkan peluang yang ada di pasar. Contohnya, jika kamu memiliki kualitas produk yang masih rendah, kamu perlu meningkatkan kualitas produkmu agar bisa memanfaatkan peluang pasar yang ada.
  • Kombinasi antara kekuatan dan ancaman bisnis: kamu bisa menggunakan kekuatan bisnismu untuk mengatasi ancaman yang ada di pasar. Contohnya, jika kamu memiliki brand yang kuat, kamu bisa memanfaatkan brand tersebut untuk mengatasi ancaman persaingan dari pesaingmu.
  • Kombinasi antara kelemahan dan ancaman bisnis: kamu perlu mengatasi kelemahan bisnismu dan menghindari ancaman yang ada di pasar. Contohnya, jika kamu memiliki kurangnya akses modal dan pesaingmu semakin kuat, kamu perlu mengatasi kelemahan modal tersebut dan mencari cara untuk bersaing dengan pesaingmu.
Baca juga:   Meningkatkan Brand Awareness dengan Website Perusahaan

Langkah 5: Menentukan Strategi Bisnis

Setelah melakukan analisis SWOT, langkah selanjutnya adalah menentukan strategi bisnis yang tepat untuk mengembangkan usaha. Strategi ini didasarkan pada hasil analisis SWOT dan mempertimbangkan berbagai faktor internal dan eksternal bisnis. Berikut adalah beberapa strategi bisnis yang dapat kamu terapkan:

  • Menentukan strategi untuk memanfaatkan kekuatan dan peluang bisnis: Jika usaha kamu memiliki kekuatan dalam suatu bidang dan ada peluang pasar yang besar, maka kamu bisa memanfaatkan kekuatan tersebut untuk memanfaatkan peluang bisnis. Sebagai contoh, jika kamu memiliki toko online yang memiliki reputasi yang baik dan terkenal di kalangan masyarakat, maka kamu bisa memanfaatkan kekuatan tersebut untuk memperluas pangsa pasar dengan menawarkan produk-produk yang lebih banyak dan berkualitas. Dengan memanfaatkan kekuatan dan peluang bisnis, usaha kamu dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
  • Menentukan strategi untuk mengatasi kelemahan dan memanfaatkan peluang bisnis: Jika usaha kamu memiliki kelemahan di suatu bidang namun ada peluang pasar yang besar, maka kamu bisa mengatasi kelemahan tersebut dan memanfaatkan peluang bisnis yang ada. Sebagai contoh, jika kamu memiliki restoran yang memiliki menu makanan yang terbatas namun ada peluang pasar yang besar di daerah tersebut, maka kamu bisa memperluas menu makanan dan menyesuaikannya dengan selera masyarakat setempat. Dengan mengatasi kelemahan dan memanfaatkan peluang bisnis, usaha kamu dapat berkembang dan meningkatkan keuntungan.
  • Menentukan strategi untuk mempertahankan kekuatan bisnis dan mengatasi ancaman bisnis: Jika usaha kamu memiliki kekuatan di suatu bidang namun menghadapi ancaman bisnis yang besar, maka kamu bisa mempertahankan kekuatan tersebut dan mengatasi ancaman bisnis dengan cara yang tepat. Sebagai contoh, jika kamu memiliki usaha percetakan yang terkenal namun menghadapi persaingan yang ketat dari bisnis percetakan lainnya, maka kamu bisa mempertahankan kekuatan dengan menawarkan kualitas yang lebih baik dan harga yang lebih bersaing. Dengan begitu, usaha kamu bisa tetap bertahan dan berkembang di tengah persaingan yang ketat.
  • Menentukan strategi untuk mengatasi kelemahan dan menghindari ancaman bisnis: Jika usaha kamu memiliki kelemahan di suatu bidang dan menghadapi ancaman bisnis yang besar, maka kamu bisa mengatasi kelemahan tersebut dan menghindari ancaman bisnis dengan cara yang tepat. Sebagai contoh, jika kamu memiliki usaha jasa catering dengan SDM terbatas dan menghadapi ancaman persaingan dari bisnis jasa catering yang lebih besar misalnya, maka kamu bisa mengatasi kelemahan dengan meningkatkan kualitas pelayanan, menawarkan menu catering yang unik, atau memberikan added value yang berbeda. 
Strategi Bisnis

Langkah 6: Pelaksanaan Strategi Bisnis

Setelah menentukan strategi bisnis yang tepat, langkah selanjutnya adalah mengimplementasikan strategi tersebut. Pelaksanaan strategi bisnis harus dilakukan dengan hati-hati dan terencana untuk memastikan keberhasilannya.

Baca juga:   Cara Menggunakan Canva: Tutorial Membuat Design Menarik dan Gratis!

Mengimplementasikan strategi bisnis

Untuk mengimplementasikan strategi bisnis, kamu perlu membuat rencana tindakan yang jelas dan terperinci. Rencana tindakan ini harus mencakup tujuan bisnis yang spesifik, tugas yang harus dilakukan, dan jadwal pelaksanaannya. Setelah rencana tindakan disusun, kamu harus memastikan bahwa sumber daya yang dibutuhkan, seperti tenaga kerja, keuangan, dan peralatan, tersedia.

Pada tahap ini, kamu harus memastikan bahwa seluruh karyawan atau tim yang terlibat dalam pelaksanaan strategi bisnis memahami rencana tindakan dan tanggung jawab masing-masing. Komunikasi yang baik antar tim juga penting untuk memastikan setiap tahapan implementasi berjalan dengan lancar.

Melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap implementasi strategi bisnis

Setelah strategi bisnis diimplementasikan, kamu perlu melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaannya. Hal ini penting untuk memastikan bahwa strategi bisnis yang telah ditetapkan dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Dalam melakukan pemantauan dan evaluasi, kamu perlu menggunakan indikator kinerja yang spesifik dan terukur untuk mengukur keberhasilan pelaksanaan strategi bisnis. Jika terdapat masalah atau kendala selama implementasi, kamu perlu segera menindaklanjuti dengan perbaikan yang diperlukan.

Dengan melakukan pemantauan dan evaluasi yang baik, kamu dapat mengevaluasi kembali strategi bisnis yang telah ditetapkan, dan memutuskan apakah perlu dilakukan penyesuaian atau perubahan terhadap strategi bisnis yang telah disusun.

Pemantauan dan Evaluasi Strategi Bisnis

Langkah 7: Mengadaptasi Strategi Bisnis

Mengadaptasi strategi bisnis menjadi kunci penting dalam memastikan kelangsungan bisnis kamu di masa depan. Dalam bisnis, perubahan bisa terjadi kapan saja dan kamu harus siap untuk menghadapinya. Oleh karena itu, kamu harus memastikan bahwa strategi bisnis kamu selalu relevan dengan perubahan bisnis dan pasar.

Salah satu cara untuk mengadaptasi strategi bisnis adalah dengan terus memantau perkembangan bisnis dan pasar. Kamu bisa mengikuti tren dan pola yang sedang berkembang, serta mencari tahu apa yang dilakukan oleh pesaingmu. Dari situ, kamu bisa mengevaluasi kembali strategi bisnis kamu dan melakukan perubahan yang diperlukan agar tetap kompetitif di pasar.

Baca juga:   Mengenal Customer Experience dan Pentingnya Bagi Sebuah Bisnis

Selain itu, kamu juga harus memperbarui dan memperbaiki strategi bisnis secara berkala. Hal ini penting untuk memastikan bahwa strategi bisnis kamu selalu sesuai dengan kondisi bisnis dan pasar yang sedang berlangsung. Kamu bisa melakukan brainstorming dengan timmu untuk mencari ide-ide baru, serta melakukan analisis untuk mengetahui apa yang bisa ditingkatkan dari strategi bisnis kamu saat ini.

Penutup

Dalam menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat, analisis SWOT menjadi salah satu cara untuk mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kinerja bisnis. Setelah melalui langkah-langkah analisis SWOT, kita dapat mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman bisnis, serta menentukan strategi yang tepat untuk mengatasi setiap faktor tersebut.

Langkah terakhir dari analisis SWOT adalah mengadaptasi strategi bisnis mengikuti perubahan bisnis dan pasar. Dalam era digital yang semakin berkembang, perubahan bisnis dan pasar dapat terjadi dengan sangat cepat. Oleh karena itu, perusahaan harus memperbarui dan memperbaiki strategi bisnis secara berkala agar tetap relevan dengan tren yang ada.

Mengadaptasi strategi bisnis berarti perusahaan harus terus melakukan evaluasi dan pemantauan terhadap kinerja bisnis, serta mengidentifikasi perubahan-perubahan yang terjadi dalam pasar dan industri. Setelah itu, perusahaan harus memutuskan apakah akan mengubah atau menyesuaikan strategi bisnis agar tetap relevan dengan kondisi pasar saat ini. Selain itu, perusahaan juga harus mempertimbangkan potensi risiko yang mungkin muncul. Analisis risiko dapat membantu perusahaan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpotensi mengganggu kinerja bisnis dan menentukan strategi yang tepat untuk mengatasi risiko tersebut.

Poin yang bisa disimpulkan adalah, analisis SWOT bisa digunakan sebagai tool penting yang dapat membantu perusahaan dalam mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja bisnis. Sebab dalam menghadapi perubahan pasar yang cepat, perusahaan harus terus beradaptasi secara berkala agar tetap relevan dan kompetitif. Di sisi lain, analisis SWOT juga membantu perusahaan  mengevaluasi dan memantau kinerja bisnis serta mengidentifikasi risiko yang mungkin muncul, sehingga perusahaan dapat mengambil tindakan yang tepat untuk menjaga keberlangsungan bisnisnya.

Baca juga:   Meningkatkan Brand Awareness dengan Website Perusahaan
Penulis Hugaf Blog
Elvina Taher Hello everyone! My name is Elvina. I always try to help people scale up their competencies about WordPress, SEO, and digital marketing through the simplest way. I'm really excited to be here and share my knowledge with you all.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *